9 Cara Menghilangkan Kesialan Menurut Islam

membuang sial menurut islam

BAGAIMANA agama menuntun umatnya untuk mengundang keberuntungan dan menolak kesialan? Jawabnya tentu dengan doa dan ikhtiar.

Keberuntungan dalam bahasa Arab disebut Sa’adah. Lawan katanya adalah Syaqawah yang berarti kemalangan atau kesialan. Dalam sebuah fi rmannya, Allah SWT menyarankan umat manusia untuk berdoa (memohon) dengan shalat dan sabar.

Artinya, ketika seorang hamba mempunyai hajat-hajat tertentu, hendaknya melakukan shalat. Diantaranya, shalat hajat jika terkait dengan hajat dunia/akhirat dan shalat ­shalat yang lain, sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang dihadapinya.

Apakah anda merasa bahwa diri anda selalu saja sial, merasa tidak beruntung. Lakukan cara membuang kesialan menurut islam berikut ini agar kesialan dalam hidup anda bisa hilang dan selalu dinaungi dengan keberuntungan.

membuang sial menurut islam

MENURUT kepercayaan orang-orang terdahulu, ada sepuluh penyebab kesialan hidup. Kesepuluh jenis penyebab ini, sembilan diantaranya merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai agama, dan satu jenis pelanggaran adat atau kepercayaan.

1. Durhaka kepada Ibu dan Bapak.

2. Merusak Pagar Ayu.

3. Memakan harta anak yatim.

4. Memajukan batas tanah (Ngendheh pengenan).

5. Menarik tanah wakaf.

6. Menggugurkan kandungan/membunuh.

7. Sumpah palsu.

8. Memfitnah.

9. Mempersulit membayar upah/utang dan.

10. Memanfaatkan harta kubur.

Artikel menarik: Menghilangkan kesialan dengan ruwatan buka aura

Setelah mengetahui kesepuluh penyebab kesialan itu, hendaknya kita berupaya untuk tidak melakukannya. Sebaliknya, kita harus melakukan kebiasaan yang berlawanan dengan kesepuluh penyebab kesialan itu. Dan kita harus yakin bahwa yang berlawanan dengan sial adalah keberuntungan atau keberkahan, yaitu :

1. Berbakti kepada Ibu dan Bapak.

2. Tidak merusak pagar ayu keluarga lain.

3. Berderma kepada yatim piatu.

4. Menjaga batas tanah orang lain.

5. Tidak menggugat tanah wakaf yang diberikan sendiri atau orang tua ketika masih hidup.

6. Menyambut gembira datangnya kehamilan.

7. Tidak melakukan sumpah palsu.

8. Menjaga aib/martabat orang lain.

9. Mendahulukan hak (upah) orang lain dan bersegera dalam membayar hutang.

10.Tidak memanfaatkan harta dari kuburan.

Artikel menarik : Selalu beruntunga setelah menggunakan gelang aura keberuntungan

Cara menghilangkan kesialan menurut islam

Boleh dicoba jika hidup anda selalu merasa sial, berikut cara mengatasi kesialan.

1. Memperbanyak membaca Shalawat Nabi dan beristighfar secara rutin/istikomah. Logikanya, istighfar menghapus dosa dan shalawat mempermudah segala yang sulit. Amalkan dua jenis amalan ini minimal 1000 (seribu) kali untuk shalawatnya dan 100 (seratus) kali untuk istighfarnya.

2. Banyak melakukan shalat sunnah taubah dan shalat dhuha. Shalat taubah sangat dianjurkan bagi seseorang yang banyak terkena musibah akibat dosa-dosanya di masa yang lalu. Dengan melakukan tobat, permohonan lebih mudah dikabulkan.

3. Minimal mengamalkan Surat Al-Insirah sebanyak 41 kali dalam waktu satu hari satu malam.

4. Melanggengkan membaca Surat Al-Waqi ‘ah, minimal satu kali diwaktu pagi hari atau setelah shalat mahrib.

5. Memperbanyak mengamalkan shalawat-shalawat khusus, diantaranya, Shalawat Fatih, Nariyah, Munjiyat dan sebagainya.

6. Puasa sunnah Senin-Kamis.

7. Membaca Surat Alfatihah (cukup) tujuh kali setiap usai shalat fardhu. Insya Allah, segala hajat tercapai.

8. Membaca Surat A-Tau bah 128-129 tuj uh kali ulangan setiap usai shalat fardhu.

9. Membaca doa yang dibaca Nabi Yu nus AS ketika dalam perut ikan. “La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadh­dhalimin”. Insya Allah, seseorang yang banyak mengamalkannya, segera terbebas dari kegelapan, sebagaimana terbebasnya Nabi Yusuf AS dari perut ikan.

Demikianlah cara menghilangkan kesialan menurut islam yang bisa anda coba lakukan. Jika masih merasa sial atau ingin yang simpel. Anda bisa mencoba melakukan buka aura keberuntungan.

KONSULTASI SILAHKAN HUBUNGI KAMI