Doa Pagar Ghaib dari Gangguan Setan dan Ilmu Hitam

doa pagar gaib

doa pagar gaibMelindungi keluarga dan diri sendiri dari gangguan setan, jin, iblis, tenung, santet, guna-guna yang menyesatkan dengan doa dari Al Quran. Doa pagar gaib yang sangat mudah diamalkan, cukup dibaca selama 3 malam di rumah, InsyaAllah keluarga kita bisa dihindarkan dari setan yang terkutuk.

Doa pagar ghaib ini bersumber dari Al Quran, seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah.

Rasulullah pernah bersabda, “Janganlah kau jadikan rumahmu seperti kuburan (tidak pernah dibacakan Al Quran didalamnya), sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang didalamnya dibacakan surat Al Baqarah.”

At Turmudzi mengetengahkan riwayat dari An Nu’man bin Basyir dari Nabi Muhammad SAW. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menuliskan tulisan 2000 tahun sebelum ia menciptakan langit dan bumi. Dari tulisan itu ia menurunkan dua ayat penutup surat Al Baqarah. Bila keduanya dibaca di suatu rumah selama 3 malam. Maka setan tidak akan mendekati rumah itu”

Dari Abdullah Ibnu Mas’ud, “Barang siapa yang membaca sepuluh ayat dari surat Al Baqarah pada suatu malam, maka setan tak akan masuk ke dalam rumahnya sampai pagi harinya, yakni empat ayat pertama, ayat kursi dan dua ayat setelahnya, dan tiga ayat terakhir dari surat tersebut.”

Sebagaimana yang disampaikan nabi, dalam surat Al Baqarah terdapat sepuluh ayat yang dapat digunakan sebagai penangkal pengaruh jahat jin atau dapat digunakan sebagai “pagar gaib” yang akan membentengi rumah kita dari gangguan makhluk halus.

Sepuluh ayat tersebut adalah empat ayat pertama, ayat kursi, dan dua ayat sesudahnya (ayat ke 255-257), dan tiga ayat terakhir.

Jika Anda merasa diri Anda diganggu oleh makhluk halus maka bacakanlah doa pagar gaib berikut :

Empat ayat pertama (QS. Al Baqarah: 1-4)

الٓمٓ ذَٰلِكَ ٱلۡكِتَٰبُ لَا رَيۡبَۛ فِيهِۛ هُدٗى لِّلۡمُتَّقِينَ ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَبِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ

Alif laam miim, Dzaalikal kitaabu laa raiba fiihi hudal(n)-lilmuttaqiin(a), Al-ladziina yu`minuuna bilghaibi wa yuqiimuunash-shalaata wa mimmaa razaqnaahum yunfiquun(a), Waal-ladziina yu`minuuna bimaa unzila ilaika wa maa unzila min qablika wa bil aakhirati hum yuuqinuun(a)

Artinya :

Alif laam miin, Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki  yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

tasbih kekayaan

Ayat ke 255-257 (Ayat Kursi dan Dua Ayat Sesudahnya)

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَيُّ ٱلۡقَيُّومُۚ لَا تَأۡخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوۡمٞۚ لَّهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۗ مَن ذَا ٱلَّذِي يَشۡفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦۚ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيۡءٍ مِّنۡ عِلۡمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَۖ وَلَا يَ‍ُٔودُهُۥ حِفۡظُهُمَاۚ وَهُوَ ٱلۡعَلِيُّ ٱلۡعَظِيمُ

Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu laa ta`khudzuhuu sinatun wa laa naumun, lahuu maa fiis-samaawaati wa maa fiil ardhi man dzaal-ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi-idznihi, ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum wa laa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-a wasi’a kursiyyuhus-samaawaati wal ardha wa laa ya-uuduhu hifzhuhumaa wa huwal ‘aliyyul ‘azhiim(u)

255. “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi [161] Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

لَآ إِكۡرَاهَ فِي ٱلدِّينِۖ قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشۡدُ مِنَ ٱلۡغَيِّۚ فَمَن يَكۡفُرۡ بِٱلطَّٰغُوتِ وَيُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱسۡتَمۡسَكَ بِٱلۡعُرۡوَةِ ٱلۡوُثۡقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَاۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Laa ikraaha fiiddiini qad tabayyanarrusydu minal ghayyi faman yakfur bith-thaaghuuti wa yu`min billahi faqadiistamsaka bil ‘urwatil wutsqaa laaanfishaama lahaa wallahu samii’un ‘aliim(un)

256. “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut [162] dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

ٱللَّهُ وَلِيُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يُخۡرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَوۡلِيَآؤُهُمُ ٱلطَّٰغُوتُ يُخۡرِجُونَهُم مِّنَ ٱلنُّورِ إِلَى ٱلظُّلُمَٰتِۗ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Allahu waliyyul-ladziina aamanuu yukhrijuhum minazh-zhulumaati ilannuuri waal-ladziina kafaruu auliyaa’uhumuth-thaaghuutu yukhrijuunahum minannuuri ilazh-zhulumaati uulaa-ika ashhaabunnaari hum fiihaa khaaliduun(a)

257. “Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”


Baca Juga :


Tiga Ayat Terakhir (QS. Al Baqarah: 284-286)

لِّلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۗ وَإِن تُبۡدُواْ مَا فِيٓ أَنفُسِكُمۡ أَوۡ تُخۡفُوهُ يُحَاسِبۡكُم بِهِ ٱللَّهُۖ فَيَغۡفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ قَدِيرٌ

Lillahi maa fiis-samaawaati wa maa fiil ardhi wa in tubduu maa fii anfusikum au tukhfuuhu yuhaasibkum bihillahu fayaghfiru liman yasyaa-u wa yu’adz-dzibu man yasyaa-u wallahu ‘alaa kulli syai-in qadiir(un)

284. “Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيۡنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦۚ وَقَالُواْ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۖ غُفۡرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيۡكَ ٱلۡمَصِيرُ

Aamanarrasuulu bimaa unzila ilaihi min rabbihii wal mu`minuuna kullun aamana billahi wa malaa-ikatihii wa kutubihii wa rusulihii laa nufarriqu baina ahadin min rusulihii wa qaaluuu sami’naa wa atha’naa ghufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashiir(u)

285. Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡهَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرٗا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآۚ أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ

Laa yukallifullahu nafsan illaa wus’ahaa lahaa maa kasabat wa ‘alaihaa maaaktasabat rabbanaa laa tu’aakhidznaa in nasiinaa au akhtha’naa rabbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘alaal-ladziina min qablinaa rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bihii waa’fu ‘annaa waaghfir lanaa waarhamnaa anta maulaanaa faanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin(a)

286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

Lindungilah diri dan keluarga Anda dari gangguan jin dan setan terkutuk. Untuk membentengi rumah, tempat usaha, diri dan keluarga anda pribadi ada sarana yang ampuh untuk mewujudkannya. Cobalah dengan menggunakan Tasbih Nur Hikmah.

KONSULTASI SILAHKAN HUBUNGI KAMI