Khasiat Dan Karakterisitik Benda Bertuah

benda bertuahBerdasarkan ilmu mata batin, sifat dan kelas suatu benda bertuah tergantung ,unsur khodam (penunggu) yang mengawalnya. Terkadang ada jenis khodam yang bisa diajak bercanda -sehingga benda magis itu bisa untuk atraksi terkadang ada yang hanya berfungsi disaat ada bahaya. Dari jenis benda yang bisa diujicobakan itu terdiri dari
beberapa tingkat, yaitu :

Kelas I disebut anti “wulu Kukku” Benda bertuah jenis ini jika dipegang oleh seseorang, maka orang itu tidak mempan dilukai dengan senjata tajam, terrnasuk bulu (rambut) kuku dan kulitnya.
Kelas II disebut “kebal darah”. Benda ini apabila dipegang oleh. seseorang, maka ia akan tahan menerima senjata apapun, sepanjang yang dituju adalah anggota badan yang teraliri darah. Dengan kata lain, kekebalan itu berlaku pada anggota badan se!ain kuku, bulu dan rambut.
Kelas III disebut “kebal pukul”. Benda bertuah kelas ini, apabila dipegang oleh seseorang, maka ia memiliki ketahanan dalam menerima pukulan benda tumpul saja.

Benda kelas I disebut “Anti Cukur”, selain mengebalkan bulu, rambut dan kuku, kulit pun ikut terbawa kebal. Kelas I memiliki fungsi sebagaimana yang dimiliki kelas II dan III. Sedangkan benda kelas II memiliki fungsi sebagaimana yang dimiliki kelas III. Sedangkan benda magis kelas III hanya memiliki power yang dimilikinya (tidak memiliki power sebagaimana dimiliki kelas I dan II).

benda bertuah

Terus terang saja, seumur-umur, saya belum pernah melihat -apalagi membuktikan- keampuhan dari benda bertuah kelas I. Tetapi membuktikan keampuhan benda bertuah kelas II dan III sudah terlalu sering. SemisaI, untuk benda kelas II saja, jika dipegang oleh seseorang, maka peluru senapan angin (jenis 4,5) tidak mampu melukai kulit. Bahkan, dalam pengamatan saya, peluru/gotri senapan itu tidak menyentuh kulit. Terbukti, pada bagian anggota badan yang diterjang peluru kecil tidak terdapat bekas benturan. In! mengingatkan kita dengan ilmu lembu sekilan. sedangkan benda kelas III, jika dibuktikan pada kulit manusia, biasanya masih meninggalkan Juka memar. Terjadi pendarahan (beku) pada bagian dalam kulit. Namun kulit luarnya tidak terluka.

Hanya pernah. mengadakan pengamatan terhadap power yang dimiliki benda bertuah itu. Berdasarkan informasi dari beberapa rekan, jika benda itu mampu menahan laju peluru kecil dari senapan angin, (semestinya) benda itu pun mampu menahan laju peluru senjata api. Menurut mereka, laju senapan angin justru lebih kencang dan membahayakan karena lajunya terjadi secara alami,sedangkan laju peluru yang menyalak dari senjata api hanya karena pengaruh obat/amunisi yang. tersentuh oleh pelatuk. Untuk membuktikan hal ini, saya pernah menghubungi imam suroso”‘, Polisi yang paranormal, untuk terlibat dalam ujicoba tersebut Sayang, untuk urusan maln main dengan pistol dianggap hal yang tabu (melanggar etika profesi).

KONSULTASI SILAHKAN HUBUNGI KAMI